HOME  |  SERVICES  |  Profile  |  RSS

 
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

Script Mikrotik - Ganti Password Wifi Setiap Hari

2:10 AM 0 Comments

Ok langsung saja buka winbox untuk akses ke router mikrotik anda,

1. Pertama atur jam pada mikrotik agar sesuai dengan waktu sekarang, caranya baca link ini : Set Mikrotik Sebagai NTP Client

2. Buat password yang berbeda sebanyak 31
melalui menu Wireless > Securuty Profiles dengan nama "tgl_01", "tgl_02", "tgl_03" dst,
isi passwordnya di WPA dan WPA2 hingga tampak seperti berikut:

Read More...

Script membatasi bandwidth berdasarkan IP di tabel ARP

3:27 PM 1 Comments

Script ini saya buat karena ip user sangat banyak dalam beberapa segmen network dan juga interface lokal lebih dari satu, apa lagi dia konek dengan ip dhcp sehingga tidak mungkin saya menambahkan queue satu persatu. Dan jika terlalu banyak filter akan memakan banyak memori router, cukup beberapa ip saja yang ditambahkan karena tidak semua ip online terus menerus melewati router gateway.

Dan kenapa saya menggunaan ip yang ada di tabel ARP, karena semua client yang aktif dengan dhcp termasuk hotspot atau memakai ip static sekalipun, ip dia akan terbaca secara dinamik di tabel ARP.

Berikut contoh script yang saya buat di router Mikrotik:

Di menu /system scripts buat script dengan nama=queue_user dan sourcenya seperti berikut,


####################

#add parent
:if ([:len ([/queue simple find name=total])] <1) do={
/queue simple add target-addresses="10.10.114.0/24,10.10.115.0/24,10.10.116.0/24,10.10.117.0/24" max-limit=2M/2M interface=all priority=7 name="total"
}

#import ip yang ada di ARP list
:local ipusers [/ip arp find]
:foreach h in $ipusers do={
:local ipuser [/ip arp get $h address]
:if ([:len $ipuser] >0) do {

#ambil ipnya selain ip public
:local ippublic [/ip arp get $h interface]
:if ($ippublic !="eth-public") do {

#add diqueue
:if ( [:len ( [/queue simple find name=$ipuser] ) ] <1) do {
:if ([:len ([/queue simple find name=others])]>0) do { /queue simple remove [find name=others] }
/queue simple add target-addresses=$ipuser limit-at=256k/256k max-limit=512k/512k interface=all parent=total priority=7 name=$ipuser
}
}
}
}

:if ([:len ([/queue simple find name=others])] <1) do {
/queue simple add target-addresses="10.10.114.0/24,10.10.115.0/24,10.10.116.0/24,10.10.117.0/24" limit-at=256k/256k max-limit=512k/512k interface=all parent=total priority=7 name="others"
}

#delete yang tidak aktif
:local ipold [/queue simple find]
:foreach o in $ipold do={
:local iplama [/queue simple get $o name]
:if ([:len $iplama] >0) do {
:if ( $iplama !="total") do={
:if ($iplama !="others") do={
:if ([:len ([/ip arp find address=$iplama])] <1) do={
/queue simple remove [find name=$iplama]
}
}
}
}
}

####################

Klik Run untuk menjalankan scriptnya

Buat skedul untuk update ip-ipnya setiap 10 menit:
buat di winbox di menu /system scheduler add
name = queue_refresh
start date = Jan/14/2011 (tanggal sekarang)
start time = 13:50:00 (waktu sekarang)
interval = 00:10:00 (run setiap 10 menit)
on event = queue_user (nama scriptnya)
centangin semua policynya dan tekan [Ok]

Read More...

Simple Setup VPN Server di Mikrotik

10:10 PM 7 Comments

Seminggu yang lalu saya coba seting vpn untuk client saya,
dia minta agar kantor cabangnya di jakarta yang memakai koneksi ISP lain bisa konek ke jaringan lokal dia yang di batam, tujuannya adalah agar yang di batam bisa sharing folder windows dengan yang di jkt atau dimana saja mereka ingin remote, maka saya putuskan untuk membangun Virtual Private Network (VPN) di router Mikrotik dia.

Ada dua jenis VPN secara umum yaitu "Remote site VPN" dan "Site-to-site VPN", untuk lebih jelasnya anda bisa baca di sini.
Dalam kasus ini saya memakai Remote site VPN,
menurut saya, syarat untuk setup VPN Server adalah :
- mempunyai IP public
- bandwidth dedicated (1:1 bukan share)
- koneksi bukan dial-up
sedangkan yang meremote bebas menggunakan koneksi apa saja.

Berikut cara yang saya pakai untuk setup VPN Server di mikrotik:

Sebaiknya anda membedakan ip lokal di jaringan ada (192.168.5.xxx) dengan ip lokal jaringan yang meremote (192.168.1.xxx) karena kalau segmennya sama tidak akan bisa konek dan biasanya sering bentrok.

Ok lanjut:
- Remote Mikrotik menggunakan winbox.
- Buka menu IP > Addresses, misalnya ip public mikrotik anda adalah 220.247.169.139 dan ip local adalah 192.168.5.1 [Ok biarkan saja]
- Buka menu IP > Pool, tambahkan IP Address misal="192.168.5.50-192.168.5.59", Name="vpn-pool" dan Next Pool="none". [OK]
- Buka Menu PPP, tab Profiles, tambahkan profile Name="vpn", Local Address="192.168.5.5", Remote Address="vpn-pool", pilih "default" semua untuk Use Compression, VJP Compression, Encryption dan Change TCP MSS. [Ok]
- Masih di Menu PPP, pada tab Interfaces klik PPTP Server, contreng Enabled, Max MTU dan MRU = "1460", Keepalive Timeout="30", Default Profile="vpn", dan contreng semua Authentication. [Ok]
- Masih di menu PPP, pada tab Secrets, add secret misal Name="qodirly", contreng dan beri Password="adadeh", Service="pptp", Profile="vpn". [Ok]
- Buka Menu IP > Firewall, lihat tab NAT, jika sebelumnya anda sudah menambahkan nat untuk masquerade edit dan kosongkan untuk In dan Out Interfacenya, ini berpengaruh pada koneksi VPN, jika anda mengisi out interfacenya maka anda tidak akan bisa ping dan mengakses jaringan lokal vpn anda. Pastikan untuk Chain="rscnat" dan Action="masquerade" itu saja sudah cukup untuk membuka akses semua protokol dan semua port. [Ok] Done

Setting untuk Server VPN di Mikrotik sudah selesai,
sekarang create connection vpn di Windows(XP) untuk remote:
- Buka Control Panel > Network Connections
- Klik menu File > New Connection... [Next]
- Pilih Connect to the network at my workplace [Next]
- Pilih Virtual Private Network connection [Next]
- Masukkan nama vpn anda misal "VPN Batam" [Next]
- Public Network, pilih Do not dial the initial connection [Next]
- Masukkan Host name IP Public server vpn anda misal "220.247.169.139" [Next]
- Klik Finish. jangan dial dulu
- Klik Properties > tab Security, pilih Advanced klik [Settings...]
- Data encryption: pilih "no data encrypton allowed" [Ok] dan [Ok]
- masukkan username dan password (secrets vpn) anda dan enter [Connect]

Berhasil connect? Pasti dunk... anda sudah berada dalam jaringan VPN
Coba cek ping, tracert qodirly.com atau masuk ke folder share jaringan anda.

Itulah "VPN" :)

CMIIW... Any question? Please comment.

Read More...

Konfigurasi VLAN dan VAP di Mikrotik Wireless

12:38 AM 1 Comments

Sudah lama sih gw terapin tapi baru skarang gw tulis disini.
Dulu gw dpt caranya di blognya tajidyakub kalo ga salah.

Berikut beberapa dari keuntungan vlan :
- Menambah jumlah broadcast domain tapi mengurangi ukuran masing-masing, yang otomatis menurunkan traffic jaringan dan meningkatkan keamanan.
- Mengurangi kebutuhan untuk membuat subnetwork.
- Mengurangi kebutuhan hardware, jaringan dapat dipisahkan secara logical, tidak harus secara fisik.
- Menambah kendali terhadap berbagai jenis trafiic.
- Membuat beberapa logical swicth di dalam sebuah logical switch.

Implementasinya dilakukan dengan memisahkan traffic wireless client yang terhubung pada sebuah Access Point dengan menggunakan Virtual AP pada Access Point bridge berbasis Mikrotik Router OS.

Berikut ringkasan topologinya:



Wireless Client masing-masing terhubung dengan virtual AP dengan SSID berbeda pada sebuah Access Point, dalam kasus ini yang digunakan adalah RB-500 dengan Mikrotik Router OS v.2.9.43. Wireless Client Juwita menggunakan DLink DWL-2100AP dengan konfigurasi Client Infrastructure, sementara Wireless Client yang lain menggunakan radio Smart bridge, Dlink dan Jhat dengan konfigurasi Client Infrastructure.

Pada Access Point, buat virtual AP, vap82 dan vap83 dengan master interface APMaster(wlan1), yang masing-masing memiliki SSID berbeda namun berjalan pada satu frekuensi, karena memang untuk mengubah frequensi cuma bisa di masternya bkn di VAPnya.




- Sembunyikan SSID pada wlan1, dengan mencentang Hide SSID
- Add vap pada intervace wireless, disini saya beri nama vap82 dan yang satunya vap83



- Beri nama SSID yg berbeda pada masing2 VAP.
- Kemudian buat interface VLAN pada interface ethernet dengan ID berbeda, dalam kasus ini adalah VLAN82 dan vlan83.
- untuk defautl authenticate kalau tidak dicentang maka harus memasukkan mac radio client di addresslist wireless.



- pada seting bridgenya, buat 2 bridge intuk menghubungkan antara vlan82 dgn vap82 dan vlan83 dgn vap83, pasang portnya seperti dibawah ini.



- jangan lupa ip dan gatewaynya di ether1

Untuk konfigurasi vlan selanjutnya adalah setting server gateway.

Silahkan di coba,
Thanks
Read More...

Block website di Mikrotik dengan CIDR

11:13 AM 1 Comments

Caranya simple aja:

misal kita mau block website youtube.com
- cari tau dulu ip youtube brp, kalau pakai ping kadang masih tembus karena ip youtube jg banyak.
- buka web www.domaintools.com masukkan Whois Lookup: youtube.com kmudian enter (search)
- di bagian Server Data, lihat IP Address: 208.65.153.253 (ip yutube), disebelahnya klik whois.
- nah kmudian disitu ada CIDR: 208.65.152.0/22

- ip itulah yg di pakai buat ngeblock webserver youtube,
kalau mau tau apa maksudnya /22 klik disini dan CIDR disini.

Selanjutnya remote mikrotik dengan winbox
buka ip > firewall > filter, add
Chain:forward, Dst. Address:208.65.152.0/22, Action:drop, Apply dan OK

atau lewat telnet masukkan perintah berikut:
[admin@Mikrotik] > /ip firewall filter add chain=forward dst-address=208.65.152.0/22 action=drop disabled=no

sudah, coba ditest :)


Read More...

Static Mac Address di MikroTik RouterOS

7:41 PM 1 Comments

Kadang client memang rese udah dikasi bandwidth segitu msh kurang,
Memang gak cukup kalau bandwidth manajement cuma berdasarkan ip address, karena client kadang beranggapan kalau ip komputernya diganti dia bisa mendapatkan bandwith yang lebih cepat.
Disini saya menemukan cara agar client ga akan bisa konek internet kalau ip address atau mac address mereka diganti yaitu dengan mengunci mac address nya dengan ip sekian menggunakan ARP (Address Resolution Protocol)

caranya mudah:

- remote router mikrotik melalui winbox
- buka interface, di ethernet local ganti ARP menjadi : reply-only
- kemudian buka ARP list, di menu IP > ARP dan klik tanda plus (+)
- masukkan ip komputer client, mac address dan pilih interface local seperti gambar brikut :


- hingga hasil List-ARPnya sepeti ini :


Sudah selesai kok, cuma gitu doank,

C.. u...


Read More...

Setting Mikrotik Wireless dengan WDS

2:35 PM 0 Comments

Di mikrotik WDS biasanya dipakai untuk backhaul AP Bridge to AP Bridge atau AP Bridge to Station wds

- Add wds di interface dengan master interface BH1 (jika nama wlan nya BH1)

* Set interface BH1 di bagian wdsnya dengan wds mode : dynamic

dan wds default bridge : wds-bridge

- add semua interface di port birdge termasuk wdsnya

setting di backhaul mikrotik satunya seperti diatas tapi

* dibagian interface BH2 set wds dengan wds mode : dynamic

wds default bridge : bridge1

Mikrotik sudah siap dicoba


Read More...

Konfigurasi Mikrotik Wireless

11:05 AM 0 Comments

Ini cara simpel untuk seting konfigurasi radio wireless menggunakan mikrotik :

- Remote mikrotik melalui winbox

winbox

- Browse mac adressnya jika ipnya belum disetting

- setelah masuk, buka menu Bridge, tambahkan bridge dengan properties default,
...
Read More...





CO.CC:Free Domain